Senin, 23 Juli 2012

MENGENAL ALLAH SWT LEWAT ZIKIR DAN PIKIR

Kalau kita ingin mengenal kehebatan seorang arsitek, cara terbaik adalah dengan melihat bangunan yang dirancangnya.
Kalau kita ingin mengenal kehebatan seorang pelukis, maka kita bisa melihat seberapa bagus kualitas lukisannya.
Begitu pula bila ingin mengenal kebesaran Allah, maka kita bisa melihat kualitas ciptaannya. Apa ciptaan Allah tersebut? Itulah alam semesta yang tercipta dan  Al-Quran yang tertulis.
Ada dua cara untuk mengenal kebesaran Allah, yaitu melalui zikir dan pikir. Pikir sesungguhnya merupakan anugerah Allah yang hanya diberikan kepada manusia. Dengan pemikiran, sesuatu yang tidak mungkin dapat berubah menjadi mungkin. Ketika belum ada pesawat terbang, manusia saat itu berkesimpulan bahwa, mustahil manusia akan bisa terbang. Sebuah kesimpulan yang logis karena manusia memang tidak memiliki sayap. Tapi tidak demikian dengan Twin Oter (pencipta pesawat pertama). Ditangkapnya seekor burung. Lalu dipelajarinya sayap, ekor dan kaki. Ditimbangnya berat badan burung. Diperhitungkannya kemampuan sayap mengangkat berat badan. Dianalisanya dengan cermat dan terus-menerus dipikirkan, sehingga pada akhirnya manusiapun bisa terbang, melebihi kemampuan terbangnya seekor burung. Tuan-tuan, manakah yang lebih cepat terbangnya, burung garuda atau pesawat garuda ? Begitu pula ketika belum ada kapal laut. Mustahil besi akan mengapung dipermukaan air. Jangankan besi dengan berat berton-ton, besi sebesar kerikil saja bila dimasukkan kedalam air sudah pasti akan tenggelam. Demikianlah argumentasi orang-orang terdahulu, yang pada saat ini tentu sudah tidak relefan lagi. Kini kapal-kapal laut, termasuk kapal-kapal tengker dengan bobot berpuluh ribu ton mengapung ditengah samudra bagaikan gabus. Inilah kedahsyatan energi pikir yang Allah anugerahkan hanya kepada manusia.
Pikir lebih berkaitan dengan aspek nalar. Semakin seseorang memahami ciptaan Allah, maka akan semakin sadar pula akan kebesaran Allah. Karenanya, Al-Quran berulangkali merangsang manusia untuk terus memikirkan semua itu. Beberapa ungkapan Alquran yang menujukkan hal tersebut, la’allakum tattaqun, la’allakum tadzkurun. Maksudnya Allah menyuruh manusia untuk melihat, merenungkan, dan mengkaji semua ciptaan-Nya. Bahkan Prof Ahmad Salaby menyebutkan bahwa seperlima kandungan Al-Quran berisi petunjuk agar manusia bisa mengkaji alam ini.
Kedua, manusia tidak cukup hanya mengembangkan pikir. Manusia pun perlu zikir. Tanpa zikir manusia bisa memiliki, tapi ia tidak akan menikmati. Manusia bisa sukses, tapi ia tak akan bahagia. Maka, Al-Quran pun mendorong kita untuk mengembangkan kemampun zikir. Zikir bisa dilakukan dengan jalan merenungkan dan menyebut kebesaran Allah. Bila kita mampu mengembangkan dan menyeimbangkan dua hal ini dengan baik, maka kita layak disebut ulil albab. Dalam QS. Ali Imran: 190-191 disebutkan karakteristik dari ulil albab.
إنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّليْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأوْلِي اْلألْبَابِ   ۝ الذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُوْدًا وَعَلَى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulil albab, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka periharalah kami dari siksa neraka"
Sesungguhnya zikir adalah pembersih hati yang ternoda, penenang jiwa yang gundah dan perekat ukhuwah yang tercerai. Zikir menumbuhkan perasaan cinta kepada Allah, sedangkan cinta kepada Allah merupakan nur pemberi kekuatan. Nur (cahaya) zikir senantiasa bersama dengan orang yang berzikir. Nur merupakan sesuatu yang sangat agung. Ia menuntun manusia menuju kemajuan dan kejayaan. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam senantiasa memohon berulang-ulang agar dianugerahi nur : “Ya Allah, berikanlah nur kepada dagingku, nur pada tulang-tulangku, nur pada rambutku, nur pada kulitku, nur pada pendengaranku, nur pada penglihatanku, nur di atasku, nur dibawahku, nur dikananku, nur dikiriku, nur di depanku, nur di belakangku. Jadikanlah nur itu dalam diriku dan besarkanlah nur itu untukku”. Maka dengan nur tersebut amal perbuatan seseorang akan bercahaya terang benderang. Berdampak luas pada setiap sikap dan perbuatan. Jika ia seorang pemimpin, nur akan membimbingnya untuk selalu memberikan keteladanan. Sedangkan bagi mereka yang dipimpin, nur akan membuatnya patuh-bersimpuh pada setiap kebenaran, sekaligus nur jualah yang mengobarkan semangatnya untuk menentang setiap kebathilan.
Energi zikir yang ada pada diri manusia bila dikolaborasikan dengan energi pikir, sudah tentu akan menimbulkan kekuatan yang super dahsyat. Akan mampu mengubah kehidupan yang gelap menjadi terang benderang. Mengubah yang lemah menjadi kuat. Mengubah yang hina-dina menjadi terhormat-bermartabat. Inilah yang pernah dipertunjukkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
Kesimpulannya, kesuksesan seorang manusia tidak bisa didapat hanya dengan menggunakan kekuatan pikiran, karena kecerdasan akal tanpa dikolaborasikan dengan kekuatan zikir akan menimbulkan bencana bagi diri sendiri dan alam semesta.

"فَاعْتَبِرُوْا يَا أوْلِي اْلألْبَابِ"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar